Perayaan Ekaristi HUT Paroki St Albertus Agung Jetis ke 53 dan Pelantikan Pengurus Dewan Paroki

Pengurus Dewan Paroki Periode 2019-2021
Sebagai Imam yang berarti menyucikan, sebagai Nabi yang berarti siap diutus untuk mewartakan, dan menjadi raja yang siap untuk melayani

Warta Lingkungan.Sebagai puncak perayaan hari ulang tahun Gereja Katolik Santo Albetus Agung Jetis Yogyakarta yang ke-53, diselenggarakan Ekaristi dan pelantikan Pengurus Dewan Paroki periode 2019-2021, minggu 18/11/2018.

Misa dipinpin  oleh romo Andrianus Maradiyo, Pr, Pejabat Vikaris Episkopal Daerah Istimewa Yogyakarta, romo Rafael Tri Wijayanto, Pr, dan romo Bernadus Singgih Guritno, Pr.

Berikut Pengurus Dewan Paroki Periode 2019-2021:

  1. Ketua : romo Rafael Tri Wijayanto, Pr
  2. Wakil Ketua : bapak Ludovicus Joko Sunarno
  3. Sekretaris I : bapak Ferdinand Dody Darmawan
  4. Sekretaris II : saudari Restituta Novi Diah Lestari
  5. Bendahara I : bapak Fransiskus Xaverius Sarwono
  6. Bendahara II : saudari Flaviana Krisnawati Nur Wijayani
  7. Bendahara III : ibu Vinsensia Ira Pujowarno
  8. Ketua Bidang Liturgi dan Peribadatan : ibu Caecilia Prima Intan Kurniasari
  9. Ketua Bidang Pewartaan : bapak Stefanus Suparyadi
  10. Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan : bapak Antoius Heri Eka Wiryatmoko
  11. Ketua Bidang Paguyuban dan Tata Organisasi : bapak Emanuel Wahyu Hermawan
  12. Ketua Bidang Sarana dan Prasarana : bapak Felix Pamungkas
  13. Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan : bapak Rosatio Guntur Harimawan.     

Dalam homilinya, romo Andrianus Maradiyo, Pr menyampaikan, bertepatan dengan wafatnya Santo Albertus Gereja ini merayakan ulang tahunnya yang ke-53, Proficiat kapada bapak ibu calon pengurus Dewan Pastoral Paroki Santo Albertus Agung Jetis yang telah bersedia untuk menjadi pelayan-pelayan umat baik itu dalam tingkat kepengurusan Dewan Pastoral Harian, Dewan Pastoral Inti, dan juga Dewan Pastoral Pleno di Paroki ini.

Tentu akan menjadi sebuah permenungan bagi kita semua, diusianya yang ke-53 ini bersamaan dengan pelantikan kepengurusan Dewan yang baru, menjadi sebuah momen yang sangat amat bermakna dan berarti bagi pengurus Dewan Pastoral Paroki Santo Albertus Agung Jetis ini untuk kembali mengingat dan menghidupi akan Sakramen Inisiasi yang telah bapak, ibu, saudara, saudari terima.

Dengan Sakramen Inisiasi ini secara penuh bapak ibu untuk ikut ambil bagian dalam Tri Tugas Kristus, dalam kehidupan ditengah-tengah umat ini. Yang pertama bapak ibu diajak untuk menjadi Imam, yang kedua menjadi Nabi, dan yang ketiga menjadi seorang Raja yang berarti melayani.

Menjadi Imam, bapak ibu dan saudara saudari , berkat imamat umum yang telah bapak ibu terima, bapak ibu diajak untuk ikut serta menyucikan dan menguduskan keluarga yang telah dipercayakan Tuhan kepada bapak ibu semua.

Menjadi Nabi, itu berarti bahwa bapak ibu saudara saudari, teristimewa pengurus Dewan Paroki periode 2019-2021, diajak untuk menyadari akan tugas panggilannya, untuk menjadi Nabi, memberikan kesaksian dalam kehidupan ditengah-tengah umat dan masyarakat sehingga sungguh apa yang menjadi tema pada peringatan 53 tahun Gereja Santo Albertus Jetis "Terbuka dan Bersaudara", mendapatkan perwujudan yang sangat konkrit dalam kehidupan ditengah-tengah umat dan juga ditengah-tengah masyarakat.

Bapak ibu diajak untuk menghayati menjadi seorang Raja bukan berarti berkuasa tetapi diajak untuk mempunyai semangat seperti Kristus, Dia datang bukan dilayani, melainkan untuk melayani.

Dengan kata lain, dengan menghidupi Tri Tugas Kristus ini, bapak ibu saudara saudari, diajak sebagai Dewan Pastoral Paroki untuk ambil bagian dalam Kesaksian menjadi seorang Martir dalam tugas-tugas pelayanan yang telah bapak ibu terima ini.

Bapak ibu diajak untuk menghayati akan panggilan bapak ibu karena sakramen Inisisasi yang telah bapak ibu terima, untuk ikut bertanggung jawab dalam tugas Kemartiran ini. Maka dalam Gereja Katolik yang menjadi pusat Liturgi bukan mimbar, melainkan Altar yang berarti kurban.  Dengan tugas sebagai Martir, dengan tugas sebagai Saksi Kristus, diharapkan sungguh bapak ibu mampu menajalankan tugas-tugas panggilan dalam pelayanan di gereja ini dengan sepenuh hati.

Bapak ibu diajak untuk memberikan kesaksian dalam tugas-tugas pelayanan ini, berarti bapak ibu diajak untuk menjadi teladan dalam kehidupan ditengah-tengah umat, ditengah-tengah masyarkat, untuk terus membuka diri membangun persaudaraan, baik itu bersama-sama dengan umat di paroki ini, maupun juga ditengah-tengah masyarakat.

Karena bapak ibu siap menjadi Martir, siap diutus untuk menjadi Saksi Kristus, tidak ada yang berhenti ditengah jalan karena "mutung".  Maka bapak ibu saudara saudari diajak, untuk meneladani pelindung paroki ini, Santo Albertus Agung. Keteladanannya nampak dalam hal riwayat hidup Santo Albertus Agung, ketika dia boleh menggunakan pakaian biara, pakaian lain yang dimilikinya diberikannya kepada orang-orang miskin.

Bertepatan dengan hari ini, gereja menjadikan hari minggu biasa yang ke-33, menjelang minggu terakhir dalam lingkaran tahun liturgi menjadi "Hari Orang Miskin Sedunia" untuk yang kedua.
Tema yang diambil untuk Hari Orang Miskin Sedunia ini adalah "Orang Miskin ini berseru, dan Tuhan Mendengar Nya".  Maka dengan meneladan Santo Albertus Agung, salah satu sikap dasar yang dibangun adalah sikap lepas bebas, memberikan apa yang dimilikinya itu kepada orang miskin.
Maka diharapkan, bapak ibu saudara saudari, Gereja mengajak, umat Allah Keuskupan Agung Semarang diajak, untuk mewujudkan kesejahteraan umum, ditengah-tengah masyarakat dimana kita tinggal.

Wujud konkret untuk ambil bagian dalam kesejahteraan ini antara lain adalah kepedulian kepada mereka yang lemah, kecil, tersingkir, miskin, dan difabel.  Ini adalah wujud konkret semangat yang dihidupi oleh Santo Albertus Agung. Didalam sejarah diceritakan bahwa semakin tambah umurnya, Santo Albertus semakin kudus, ia mengungkapkan pikiran-pikirannya yang mendalam dalam seluruh hidupnya hanya bagi Tuhan.  Maka bapak ibu yang akan dilantik menjadi Dewan Pastoral Paroki Albertus Agung Jetis ini, jadikan pekerjaan tugas pelayanan ini sebagai saran untuk memperoleh kekudusan.  Jadikan tugas pelayanan ini, sebagai sarana untuk mengabdi kepada Tuhan secara penuh.
Dengan demikian semangat spiritualitas pelindung Santo Albertus Agung akan senantiasa menjadi api dalam hidup bapak ibu seluruh umat, teristimewa pengurus Dewan Pastoral Paroki periode 2019-2021. 

Galeri foto klik disini

Semoga dengan peristiwa yang amat sangat bermakna bagi kita, bertepatan dengan ulang tahun paroki yang ke-53, kita semua diajak untuk menjadi pribadi-pribadi yang semakin terbuka. Terbuka untuk terus memperbaharui diri sebagai anggota dewan paroki, dalam segala hal, termasuk terbuka dalam hal menerima bimbingan, pengetahuan, sehingga semakin memperluas cakrawala bapk ibu dalam menjalankan tugas ini.  Bapak ibu terus diajak untuk membangun persaudaraan, dengan demikian bapak ibu diutus menjadi saksi-saksi Kristus dalam kehidupan ditengah-tengah gereja ini dan ditengah-tengah masyarakat.#denblangkon