ARTI KEMATIAN
- Pada umumnya orang takut menghadapi kematian karena mati berarti "terputusnya hubungan duniawi dengan semua orang yang dicintai "
- Besar kecilnya rasa takut berbeda-beda sebanding dengan pengertian akan makna kematian dan penerimaan atas peristiwa kematian tersebut
- Hal ini mungkin terjadi disamping karena putusnya hubungan duniawi masih ada nilai lain yakni "KEHIDUPAN ABADI"
- Besar atau kuatnya harapan orang akan kehidupan abadi turut menentukan sikap orang dalam menghadapi kematian
- Bagi penganut aliran materialisme, kematian berarti kehancuran atau kegagalan total
- Bagi yang mempunyai harapan akan kehidupan abadi, kematian merupakan awal kehidupan Abadi atau pemenuhan harapan
- Pertolongan sangat berharga yang sebaiknya dilakukan dalam mendampingi seseorang yang sedang menghadapi kematian adalah mengajak nya menerima situasi tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada penyelenggaraan kasih Allah sendiri
- Agar pendampingan tepat perlu diingat 5 tahap kehilangan :
- Menolak atau mengingkari "bukan saya
- Marah " mengapa saya "kemarahan ditujukan kepada orang lain.Dalam menghadapi situasi ini yang penting dibutuhkan adalah sikap kesabaran
- Tawar menawar : seandainya bukan saya..... Dst
- Depresi : bisa dalam bentuk agresif atau diam bila mungkin beri kesempatan untuk mengungkapkan semua perasaannya
- Sikap menerima :dengan penuh penyerahan sehingga tampak tenang dan damai.Situasi ini merupakan kesempatan yang baik untuk memberikan pendampingan religius untuk memperteguh iman dan harapan
KEMATIAN DAN PETUNJUK TERJADINYA
- Tidak bernafas: kesulitan muncul dengan adanya respirator
- Berhentinya detak jantung
- Kematian otak: deteksi dengan EEG
- Pedoman ( univ Havard,1968 ) dalam keadaan coma
- tidak bereaksi terhadap rangsang sakit
- tidak nampak gerak refleks otot siku/lutut
- rangsang pupil tidak ada
- EEG mendatar selama beberapa jam
- MEMUCAT,DINGIN akibat seluruh kegiatan metabolisme sel berhenti sehingga tidak ada proses kehidupan KEMATIAN SECARA KLINIS BELUM PASTI
- Kepentingan Moral : berhubungan dengan transplantasi dan penghentian tindakan medis
KEPASTIAN MENINGGAL
- Setelah proses kematian klinis diikuti kematian kimiawi, enzymatis, mikro biologi, atas seluruh sel tubuh /alat dalam mengalami proses tsb
- Pada pengamatan : tubuh dingin,ada bercak kemerahan pada kulit pada bagian terendah bekas tekanan disebut lebam mayat.proses ditekan hilang antara 2-6 jam setelah mati klinis disebut kematian primer
- Sendi-sendi kaku mulai yang besar lalu yang kecil rahang, leher, anggota badan. Lengan kaku diikuti ujung jari terjadi 3-12 jam sesudah kematian primer ( proses kaku jenasah )
- Proses mikrobiologi terutama pada usus tampak warna kehijauan karena proses pembusukan oleh bakteri usus, ke seluruh tubuh terjadi 24 jam setelah kematian primer
HIMBAUAN
- JENASAH SEBAGAI INSAN MANUSIA YANG SUDAH MENINGGAL TETAP HARUS MENDAPAT PENGHORMATAN TERSENDIRI
- PANCASILA DAN UUD 1945, ALMARHUM HARUS MENDAPAT PERLAKUAN YANG LAYAK, HORMAT DAN PENUH RASA KEMANUSIAAN
PERAWATAN JENASAH DI RS PANTI RAPIH
BAGAIMANA'MENDETEKSI KEMATIAN?
- Tubuh dimotori jantung —darah dipompa ke seluruh tubuh ( arteri dan vena ) bunyi dug dug
- Paru-paru mengakibatkan udara dikeluarkan melalui hidung
- Proses dalam otak- pusat syaraf mengirim dan menerima informasi lewat syaraf tepi dalam bentuk rasa,gerakan dan refleks
MERAWAT DAN MERIAS JENASAH
I. MEMANDIKAN JENASAH
A. Hal- hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Memandikan Jenasah
- Kebersihan kulit tubuh secara menyeluruh. Perhatikan lebih- lebih daerah liputan seperti paha, leher, ketiak, belakang telinga.
- Sebaiknya memandikan dengan air hangat, supaya lemak dan kotoran yang melekat di kulit atau rambut dapat dibersihkan dengan mudah.
- Rambut jangan diguyur, cukup dilap dengan waslap. Apabila terpaksa diguyur karena adat dalam memandikan jenasah, atau kotor sekali karena kena darah dan sebagainya, rambut harus dikeringkan dengan handuk atau alat pengering rambut sampai kering supaya tidak berbau.
- Perhatikan lubang- lubang tubuh yang dapat menjadi saturan untuk keluarnya cairan tubuh akibat relaksasinya otot- otot seperti lubang hidung, mulut, telinga, vagina dan anus ( dubur).
- Hindari bau badan akibat luka, pembusukan cairan darah atau urine. Kebersihan sekitar mulut. Perhatikan pula penyakit yang diderita jenasah sebelumnyanya, yang diduga dapat mempercepat pembusukan, sehingga menimbulkan bau apabila pemakamannya ditunda dalam janggka waktu yang lama.
Cairan tubuh yang diduga mengalir atau keluar, kita usahakan untuk dikeluarkan atau disumbat dengan kapas. Misalnya pada jenasah yang muntah darah, melena ( berak darah), perdarahan hidung, telinga dll.
Caranya :
- Kandung kemih ditekan supaya urine keluar, selanjutnya di pasang pempes
- Anus ditutup dengan kapas lemak di masukkan sedikit demi sedikit sampai penuh. . Kalau cairan atau kotoran masih tetap rembes, supaya tidak membasahi pakaian dapat dipasang pempers/ underpet.
- Cairan yang masih tersimpan di lambung dikeluarkan dengan penduga lambung, kemudian disedot dengan spuit. Atau pada waktu pasien dimandikan pada posisi miring kekanan, cairan di keluarkary. biarkan cairan itu keluar sampai habis dengan cara menekan lambung kearah atas/ mulut.
- Cairan Iain atau darah yang tidak dapat dikeluarkan, misalnya karena fraktur basic kranii atau benturan berat pada kepala, pecahnya pembuluh darah lambung, tempat keluarnya disumbat dengan kapas. Misalnya hidung, telinga, mulut. Apabila cairan atau darah tidak dapat berhenti atau mengalir terus, maka kapas harus selalu diganti. Jangan lupa disediakan penampung cairan yang keluar terus menerus.
- Luka diberi bedak/ talk yang mudah menyerap, di tutup dengan anderpet dibalutkan dengan rapi kemudian diverban dengan rapat sehingga tidak tercium bau.
- Jenasah yang dimakamkan lebih dari 24 jam, sebaiknya diformalin. Jenasah yang cepat membusuk karena penyakit lama seperti kanker, penyakit darah sebaiknya diformalin agar tidak cepat membusuk.
- Daerah mulut dan hidung dibersihkan dengan kapas dengan bethadin kumur atau alcohol sampai bersih.
- Kom mandi / ember
- Waslap 2-3,buah, Handuk 2, sabun mandi, sampo
- Kertas kloset/ tissu
- Kasa/ kasa gulung
- Kapat lemak, dan kapas putih
- Pinset 2 ( 1 pinset untuk anus, 1 pinset untuk bagian muka) .
- gunting, plester, selotip.
- Verban elastis
- Tas plastik
- Pembalut wanita, Pempers, underpet
- Masker, sarung tangan karet
- Scort/ celemek
- Membersihkan wajah ( Hidung, telinga, mulut, wajah, rambut )
- Membersikan lengan kiri
- Membersihkan Iengan kanan
- Membersihkan badan bagian depan
- Membersihkan kaki kiri
- Membersihkan kaki kanan.
- Jenasah dimiringkan kesisi kiri, kemudian punggung dan pantat dibersihkan
- Membersihkan daerah kemaluan
- Memasukkan kapas ke dalam anus, kemudian langsung dikenakan pempers atau undervet
- Apabila ada perdarahan pada hidung, mulut, telinga, maka disumbat dengan kapas. Apabila tidak dapat dihentikan, kapas harus sering diganti. Apabila ada luka ditutup dengan kasa kemudian diplester/ diplak.
Yang perlu di siapkan antara lain :
- Pakaian dalam dikenakan ( BH, celana dalam, kaos singlet)
- Rok / Jarik /Celana Panjang
- lkat pinggang untuk yang mengenakan jarik
- Stagen
- Baju atas /hem/ kebaya/ surjan, kemudian Jas ( untuk yang memakai Jas)
- Dasi untuk yang memakai Dasi
- Kaos kaki / stoking bagi pasien wanita. Kaos tangan
- Blangkon / peci ( blangkon yang dipakai dilepaskan dulu mondolannya)
A. Alat- alat yang diperlukan untuk merias jenasah :
- Pakaian yang akan dipakai.
- Kaos tangan
- Kaos kaki (stoking u,ntuk perempuan)
- Dasi/ikat pinggang/stagen, Iain-lain yang akan dipakai
- Kasa atau kapas.
- Peralatan make-up, hair spray.
- Rosario
- Isolasi tipis atau selotip.
- Jepit rambut, jarum pentul, peniti, paper clip.
- Gunting
- Alkohol
- Bensin (untuk menghapus bekas plester).
1. Merias wajah
- Apabila bibir/mulut jenazah tidak dapat menutup dengan sempurna, terutama pada pasien yang sudah tua dan tidak mempunyai gigi Iagi dapat ditambah kapas, dimasukkan ke mulut sedikit demi sedikit. Bagi yang memakai gigi palsu, gigi palsu dapat dipasang. Sesuaikan dengan bentuk wajah (jangan terlalu banyak kapas sehingga wajah terkesan bengkok). Kemudian ditutup, dapat dibantu dengan memasang selotip.
- Make-up harus disesuaikan dengan kebiasaan almarhum / almarhumah sehari-hari dalam berdandan (jangan mencolok).
- Sebelurn di rnake-up wajah harus benar-benar bersih. Bebaskan kulit dari noda Iemak dan bekas plester. Oleh sebab itu kulit dapat dibersihkan dengan pembersih wajah, alkohol atau bensin (untuk bekas plester).
- Kulit dilapisi dengan foundation kemudian dibedaki dengan bedak warna natural untuk menghilangkan warna kulit yang pucat beri sapuan blas on (jangan memakai bedak kuning karena jenazah akan terlihat pucat).
- Wajah jenazah pria jug.a perlu di make-up supaya tidak pucat.
- Untuk jenazah wanita, jika rambut pendek hendak disanggul tidak perlu ditambah rambut gelung (diperbolehkan memakai sanggul apabila meng.hendaki). Berikan sasak ring.an.
- Rambut yang panjang harus dikepang dulu, kemudian diatur sesuai dengan ben'tuk yang dikehendaki.
- Kenakan jepit rambut untuk rambut yang disanggul agar bentuk rambut yang telah diatur tidak rusak.
- Semprotkan hair spray apabila rambut telah rapi diatur supaya tetap terlihat rapi.
A. Alat-alat yang diperlukan untuk menghias peti jenazah:
- Jarum pentul
- Pines
- Pita
- Sarung bantal dan guling saten (bila ada peti tidak disediakan)
- Guling
- Bunga/ daun
- Gunting
- Kawat
- Bunga jangan dipasang di peti, sebelum jenazah dimasukkan supaya tidak rusak.
- Masukan kapur barus ke dalam peti untuk mengurangi bau jenazah , tidak pakai kopi karena terkesan kotor.
download file perawatan jenazah

