![]() |
| Pengurus Lingkungan Paroki St Albertus Agung Jetis |
Warta Paroki (27/01/2019). Dewan Paroki Santo Albertus Agung Jetis menyelenggarakan pemantapan bagi pengurus lingkungan masa bakti 2019-2021, bertempat di Syantikara, jalan Colombo Yogyakarta. Pembekalan ini di ikuti pengurus inti lingkungan yang terdiri dari ketua lingkungan, sekretaris dan bendahara.
Gereja Berbasis Lingkungan - romo FX. Sugiyana, Pr.
Sesi pertama di bawakan oleh romo FX. Sugiyana, Pr yang membawakan materi membangun gereja berbasis lingkungan. Ketika lingkungan hidup gereja pun hidup, tetapi belum tentu gereja dapat menghidupkan lingkungan.
Cita-cita membangun gereja – Gereja Perdana
Kisah Para Rasul 2:41-47
Cara hidup jemaat yang pertama
2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa 1 . 2:43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. 2:44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, 2:45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. 2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, 2:47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.
Poin-poin penting dari bacaan diatas adalah :
Berkumpul, berdoa bersama, ekaristi, berbagi, berkumpul dalam satu iman, jumlah bertambah, memuji Allah, disukai banyak orang.
| romo FX. Sugiyana, Pr |
Gereja adalah persekutuan umat Allah yang diikat oleh kesatuan iman dan kasih, diperkuat dengan sabda dan sakramen, dibangun dengan aneka pelayanan (internal dan eksternal) sehingga menampilkan ciri Satu, Kudus, Katolik, Apostolik.
Hidup gereja berkembang karena sabda, hidup tanpa sabda arahnya tidak akan pasti, gereja dihidupi dari aneka pelayanan, dari lingkungan, wilayah, stasi dan paroki. Pelayan sebagai pengurus lingkungan merupakan bagian dari hidup kita untuk berbagi. Hidup berpusat pada diri sendiri, bagaikan sumur yang diambil airnya setiap hari, jika sebuah sumur ditimba airnya, maka setiap hari airnya jernih dan tidak akan pernah kering, selalu ada air di dalam nya. Hidup yang hanya berpikir diri sendiri adalah hidup yang sakit, ada saatnya hidup di persembahkan bagi orang lain.
Gereja dan Masyarakat
Gereja menjadi bagian dari masyarakat, yang turut merasakan suka duka masyarakat dan terpanggil menjadi garam, terang dan ragi bagi masyarakat sebagai kesaksian hidup beriman.
Gereja merupakan persekutuan yang memiliki aneka kesamaan (com-unus, com-unite) yang saling meneguhkan dan memperkaya (com-munite) serta ada kesediaan untuk saling melayani dan berpartisipasi (communion). Gereja diperkuat dengan sabda dan sakramen, sabda termuat dalam Kitab Suci disampaikan dalam setiap peribadatan untuk menggali kehendak Allah atas kehidupan kita dari waktu ke waktu dan ekaristi menjadi puncak kehidupan
Membangun gereja di dalamnya ada yang mau melayani, tidak bisa semua menjadi umat, karena pelayanan mengungkapkan tanggungjawab dalam kebersamaan. Dalam pelayanan terdapat unsur-unsur sebagai berikut ketulusan, tidak perlu dipuji, dan membahagiakan orang lain. Gereja dibangun oleh aneka pelayanan (liturgi yang menguduskan, pewartaan yang meneguhkan iman dan persekutuan).
Pesan Bapa Suci “Gereja membutuhkan anda, antusiasme anda, kreativitas dan segala sukacita yang menjadi karakter hidup anda”.
Struktur Dewan Paroki : Dewan Pleno, Dewan Inti, Dewan Harian. Bagian penting dari dewan paroki adalah ketua dan pengurus lingkungan
Lingkungan adalah paguyuban umat beriman yang bersekutu berdasarkan kedekatan tempat tinggal dan jumlah sekitar 10-50 kepala keluarga dan berada dalam reksa pastoral paroki. Kuasi-domisili diperoleh dengan bertempat-tinggal di wilayah suatu paroki atau sekurang-kurangnya keuskupan, dengan maksud untuk tinggal di sana sekurang-kurangnya selama tiga bulan dan tidak ada alasan untuk berpindah, atau kalau ternyata sudah berada di situ selama tiga bulan.
Spiritualitas : sentuhan rohani dalam setiap pelayanan, bukan hanya soal ritus dan doa-doa tanpa penghayatan.
Kinerja : Dalam waktu yang lama tetap konsisten dalam kerja serta kemampuan mencapai hasil dengan standar kualitas dan kuantitas tinggi
Kepemimpinan : tanpa kepemimpinan, potensi kerasulan tidak akan menghasilkan buah. Kepemimpinan adalah nafas kehidupan dalam setiap insititusi. Kepercayaan adalah mutlak untuk pemimpin. Dipercaya adalah syarat untuk seorang pemimpin agar tetap berwibawa dalam kata dan tindakan.
Pengetahuan : mengolah pengetahuan menjadi rancangan kerja. diperukan standar pengetahuan yang dimiliki oleh pelayan.
Perubahan : lembaga manapun kalau ingin survive harus mengelola perubahan dan sekaligus memproduksi perubahan
Reksa Pastoral Lingkungan mendukung dan mengambil bagian secara aktif dalam reksa pastoral sesuai dengan kontek lingkungan masing-masing.
Reksa Pastoral Paroki
1. Menguatkan iman umat agar semakin cerdas, tangguh, missioner dan dialogal
2. Menguatkan persekutuan umat di tingkat keluarga, lingkungan dan kelompok-kelompok yang ada
3. Memberikan pelayanan karitatif dan pemberdayaan bagi KLMTD
4. Meningkatkan peran awam dalam keterlibatan di gereja
Pastoral lingkungan
Tata Kelola Administrasi
- Data umat, programasi, sakramental, data statistik, inventarisasi
- Aman, lengkap, akurat, rapi dan mudah diakses
- Pribadi/persekutuan/kegerajaan/kemasyarakatan
- Arah pastoral berlandaskan RIKAS – ARDAS dan kekhasan : pengembangan iman, persekutuan, pelayanan sosial, sosial-politik
Tata kelola keuangan
- Kepemilikan/pengelolaan/penggunaan
- Transparasi/akutanbilitas/kredibilitas
Tata Kelola Administrasi Lingkungan - Sekretariat Paroki
Tata kelola Administrasi Lingkungan
- Membuat buku induk lingkungan
- Membuat program kerja tahunan
- Mengelola/mengupdate data umat
- Perubahan jumlah umat
- Statistik lingkungan
- Pengarsipan surat masuk dan surat keluar
- Surat keterangan
- Pendaftaran perkawinan
- Laporan Kematian
Tata Kelola Keuangan Lingkungan
- Membuat perencanaan keuangan
- Membuat rencana kegiatan/program
- Membuat anggaran
- Menjaga harta benda lingkungan
- Membuat laporan keuangan
Contoh Buku Induk Lingkungan
No Urut
|
Tanggal Surat
|
No. Surat
|
Hal/Isi Surat
|
Keterangan
|
01
|
05 Januari 2019
|
01/STD/I/2019
|
Perkawinan
|
Johana sita; rencana menikah 10 April
2019 di gereja Kidul Loji
|
02
|
10 Januari 2019
|
02/STD/I/2019
|
Kematian
|
Veronica (RIP) 09/01/2019 di RSPR
|
Contoh Program Kerja
No
|
Tujuan/Sasaran
|
Kebutuhan
pencapaian Tujuan/Sasaran
|
Program
kerja/Kegiatan
|
WAktu
|
Biaya
|
Penanggungjawab
|
||
Kas
Lingk
|
Swadaya
Umat
|
Lainnya
|
||||||
01
|
Terlaskasan Doa Rosario Bersama
|
·
Tempat
·
Jadwal
·
Pemandu
·
Umat
|
a.
Doa Rosario
b.
Ziarah Rohani
goa Maria Sriningsih
|
Bulan Mei dan Oktober
|
400
|
200
|
300
|
Sekretaris dan tim kerja liturgi
|
Contoh Buku
Kas Lingkungan
Tanggal
|
No. Bukti
|
Keterangan transaksi
|
Debet
|
Kredit
|
Saldo
|
01/01/2019
|
01/M/I/2019
|
Saldo awal
|
1.000.000
|
1.000.000
|
|
02/01/2019
|
02/M/I/2019
|
Sumb. umat
|
100.000
|
1.100.000
|
|
05/01/2019
|
01/K/I/2019
|
Beli alat tulis
|
25.000
|
1.075.000
|
Galeri foto klik disini
#denblangkon


