![]() |
| Ibadat Lingkungan Bangirejo. foto: Lisa |
Warta Lingkungan (20/2/2019). Lingkungan Santo Yusuf Bangirejo telah melaksanakan ibadat lingkungan yang dipimpin oleh bapak Benedictus Hari Surisna dan bapak Donatus Prasodjo Sudi Legowo, mereka adalah pro diakon lingkungan Bangirejo.
Bacaan diambil dari Injil Markus 8:22-26
Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Lalu orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menyentuh dia. Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar desa. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya kepadanya, “Sudahkah kaulihat sesuatu?” Orang itu memandang ke depan, lalu berkata, “Aku melihat orang-orang seperti pohon-pohon, namun aku melihat mereka berjalan-jalan.” Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. Lalu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata, “Jangan masuk ke desa itu!”
Renungan
Menurut pakar ahli ilmu jiwa, luka batin itu bisa terjadi sejak didalam kandungan Ibu dan juga dapat dialami semua orang dalam berbagai tingkat usia termasuk para manula.
Persoalannya ada sebagian orang yang merasa tidak mengalami luka batin dan merasa tersinggung jika diundang mengikuti berbagai seminar apalagi retret pemulihan hubungan keluarga ataupun penyembuhan luka batin.
Luka batin adalah suatu peristiwa atau pengalaman yang sangat mengguncang atau menyedihkan sehingga melukai perasaan/batin kita dan sangat membekas di hati kita. Jika luka tersebut dibiarkan terus dan mengendap didalam hati dapat mempengaruhi jiwa kita dan dapat berlanjut mempengaruhi hubungan dengan orang lain.
Tidak bermaksud menghakimi seseorang ataupun menganggap diri hebat namun mencoba mengingatkan bahwa urusan luka batin ini jangan dianggap remeh sebab kenyataannya sering terjadi kesalah-pahaman dalam berbagai hubungan kepada sesama dan juga dalam hubungan keluarga yang disebabkan hatinya terluka tanpa disadarinya.
Ada beberapa hal yang dapat di-indikasikan seseorang mengalami luka batin, diantaranya :
- tiba-tiba merasa sedih tanpa tahu apa penyebabnya
- merasa tidak berguna hidup di dunia ini
- hatinya merana dan kesepian terasa mencekam diri
- perasaan minder dan rendah diri
- sering merasa ketakutan mencekam
- sering mengalami kekhawatiran, kecemasan, gelisah dan putus asa
- sering menghakimi
- menjadi seorang perfeksionisme
- sering marah hampir setiap situasi apapun juga
- sering memberontak, tidak mau ikut peraturan
- masih banyak lagi lainnya yang menghimpit perasaan tidak damai.
Jangan heran jika ada salah seorang teman kita, keluarga kita, suami kita, istri kita, orangtua kita, anak kita atau mungkin orang-orang disekitar kita dan juga diri kita sendiri tiba-tiba seperti singa yang mengaum-gaum?
namun masih banyak orang belum mau menyadari betapa berbahayanya luka batin ini. Salah satu penyebabnya adalah salah mem-prioritaskan tujuan hidup yang sesuai kehendak Tuhan.
Sebagian orang lebih memfokuskan pada pengejaran nafsu duniawi berupa mengagungkan kekayaan diatas segala-galanya. Dengan uang, apa saja dapat dilakukan sehingga berlomba-lomba mendapatkan semua yang diinginkannya dengan segala cara tanpa memperdulikan apakah cara tersebut tidak berkenan bagi Tuhan. Akibatnya terjadi banyak benturan dalam relasi kepada sesama maupun berdampak kepada hubungan di keluarga. Waktu buat keluarga terganggu dan membuat luka hati istri atau anak-anaknya bahkan termasuk diri sendiri bisa terluka juga.
Salah satu contoh sharing pengalaman seseorang berikut ini:
Seorang ibu muda ketika masih dalam kandungan sudah tertolak karena tidak dikehendaki kelahirannya oleh ibunya. Selama masa kecil sampai dewasa, diperlakukan berbeda dengan saudara kandungnya yang lain. Dia terluka dan tanpa dia sadari mempengaruhi sikapnya terhadap anaknya sendiri setelah dia menikah. Setelah dia mengikuti seminar dan retret luka batin, barulah dia membuka hati, menyerahkan luka batinnya kepada Tuhan dan akhirnya Tuhan menjamah hatinya. Selanjutnya setelah retret, dia mengalami perubahan paradigma dan perubahan karakter sampai dia terbebas dari luka batin.
Jadi dapat disimpulkan bahwa proses pemulihan dimulai dari keterbukaan diri sendiri yang menyadari dan mau disembuhkan dari luka batinnya serta memohon pengampunan dan penyembuhan dari Tuhan. Memang membutuhkan waktu yang cukup lama bergantung pada cepat tidaknya keterbukaan diri sendiri mau disembuhkan.
Banyak cara Tuhan menyembuhkan seseorang, diantaranya melalui :
- Pelayanan kasih dari orang lain yang terlibat dalam suatu komunitas
- Pastur / Pendeta
- Konselor, pakar ahli ilmu jiwa lainnya
- Teman, Anggota keluarga lainnya
- Doa Penyembuhan dari seminar atau retret penyembuhan luka batin
- Secara langsung jamahan Roh Kudus (= mukjijat)
- dan masih banyak cara lainnya.
1. Sadarilah bahwa Tuhan adalah satu-satunya sumber damai sejahtera.
Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air. Hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga angur dan susu tanpa bayaran? Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti danUpah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.(Yesaya 55:1-2)
2. Jangan mudah terbujuk oleh tipu muslihat “oknum jahat” (=Iblis) bahwa Tuhan-lah penyebabnya dan kita sedang dihukum akibat perbuatan dosa yang pernah kita lakukan.
Yohanes 8:42-45
Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.
Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku
3. Terbukalah dan serahkanlah seluruh hati kita, hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan.
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Didalam segala lakumu maka Ia akan meluruskan jalanmu. – (Amsal 3:5-6 )
Yeremia 17:5-8
"Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
4. Bersabarlah menunggu waktunya Tuhan
Manusia melihat apa yang di depan mata tetapi Tuhan melihat hati
(1 Samuel 16:7)
Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan dan
bertekunlah dalam doa – (Roma 12:12)
Masih banyak cara lain Tuhan berkarya dalam hidup kita (termasuk menyembuhkan luka-luka kita) dan bagian kita adalah membuka hati kita dan menyerahkan seluruh bagian hidup kita kepada Tuhan. Yakinlah bahwa kerinduan Tuhan memberkati hidup kita lebih daripada kerinduan kita mengenal dan masuk dalam persekutuan dengan Tuhan.
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku – (Wahyu 3:20).
Pengumuman
- Hari Rabu, 27 Februari 2019, misa memule 1 tahun bapak Bernadus Agus Wibowo
- Hari Rabu, 6 Maret 2019, Rabu Abu di Gereja Santo Albertus Agung Jetis
- Hari Jumat, 8 Maret 2019, tugas koor Jalan Salib
- Hari Rabu, 13 Maret 2019, Pertemuan APP ke-1 dipimpin oleh prodiakon
- Hari Rabu, 20 Maret 2019, Pertemuan APP ke-2 dipimpin oleh Frater CSsR
- Hari Rabu, 27 Maret 2019, Pertemuan APP ke-3 dipimpin oleh ibu Linda dan ibu Wanti
- Hari Rabu, 3 April 2019, Pertemuan APP ke-4 dipimpin oleh Suster PI
- Hari Rabu, 10 April 2019, PErtemuan APP ke-5 dipimpin oleh pak Bagio
- Laporan keuangan lingkungan Bangirejo per 31 Januaari 2019.
renungan diambil dari http://renunganpdkk.blogspot.com/2015/06/renungan-luka-batin.html


