Sosialisasi APP
Warta Paroki (26/2/2019). Masa Prapaskah di tahun 2019 dimulai sejak Hari Rabu Abu, 6 Maret 2019. Selama empat puluh hari di masa Prapaskah, seluruh umat kristiani mempersiapkan diri untuk menyambut perayaan Paskah Kebangkitan Tuhan. Dalam masa persiapan ini, umat diajak untuk secara pribadi dan bersama-sama mengolah diri, dalam hidup rohani, membuka diri terhadap rahmat belas kasih Allah melalui pertobatan, dan membangun keutamaan kasih dalam wujud belarasa terhadap sesama.Agar semangat dasar dari gerakan APP semakin mendarah daging di tengah umat, bagian awal dari bahan permenungan APP 2019 (dua pertemuan pertama) mengajak umat untuk menggali semangat yang semestinya dihayati selama masa prapaskah dan semangat dasar gerakan APP.
Agar semangat dan praktik baik tidak semakin pudar dan terus berlanjut, gerakan APP Keuskupan Agung Semarang 2019 mengambil tema :
"Makin Tergerak untuk Berbagi berkat"
Tema tersebut diatas selanjutnya akan diolah, baik secara pribadi maupun secara bersama, dalam lima kali pertemuan dengan masing-masing fokus pertemuan sebagai berikut :
Pertemuan I
Syukur atas Rahmat Belas Kasih Allah
Bahan dalam pertemuan pertema APP kali ini berupa katekese mengenai masa Prapaskah. Seluruh umat diajak untuk menyadari kembali semangat yang hendak dibangun selama masa Prapaskah. Selain itu, sejak awal masa prapaskah ini, seluruh umat telah diajak untuk berani membuat niat konkret pertobatan yang akan diperjuangkan dan dihayati selama mempersiakan diri menyambut sukacita perayaan Paskah.
Pertemuan II
Memperjuangkan Kekudusan dalam Hidup Harian
Dalam pertemuan kedua, seluruh umat diajak untuk merenungkan tentang panggilan untuk mengusahakan keutamaan dan kesalehan hidup pribadi dalam hidup harian. Sumber inspirasi permenungan dalam pertemuan kedua adalah SC art, 110 dan Ekshortasi Paus Fransiskus "Gaudete et Exultate".
Pertemuan III
Mewujudkan Komunitas Kasih yang menyatukan dan menyempurnakan
Dalam pertemuan ketiga, seluruh umat diajak untuk merenungkan tentang panggilan Gereja dalam membangun komunitas kasih murid-murid Kristus. Keutamaan untuk merengkuh dan budaya untuk merawat yang dihayati dalam hidup bersama akan membawa komunitas untuk mengikis buday membuang serta mau menerima siapa saja dalam kelebihan maupun kekurangannya untuk bersama-sama membangun komunitas kasih yang menyatukan dan menyempurnakan.
Pertemuan IV
Menjadi Berkat Melalui Gerakan Aksi Puasa Pembangunan
Bahan dalam pertemuan keempat adalah katekese mengenai Gerakan APP, meliputi sejarah, semangat dasar/spiritualitas, serta berbagai informasi mengenai pemanfaatan dan pengelolaan dana APP. Dalam pertemuan ini, umat diajak untuk saling bertukar pikiran bagaimana dapat terlibat untuk mewujudkan berkat melalui pemanfaatan dan pengelolaan dana APP dalam study kasus.
Pertemuan V
Mensyukuri Perutusan
Sanggup Menjadi Berkat untuk Siapa dan Apa Saja
Dalam pertemuan terakhir, seluruh umat diajak duduk bersama, menggagas dan merancang gerakan bersama yang dapat dilakukan sebagai wujud konkret semangat belarasa, wujud menjadi berkat untuk siapa saja dan apa saja.baca juga : Aksi Puasa Pembangunan 2019
Sosialisasi PSE
DASAR HUKUM
1. Pelayanan Kasih, 2 Korintus 8 : 1-15
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada kesimbangan. Seperti ada tertulis : “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.”
2. Ensiklik Deus Caritas Est art. 25
Bahwa pelayanan kasih untuk mereka yang miskin adalah bagian penting dalam Gereja, sebagaimana pelayanan Sakramen dan pewartaan Injil. Penderitaan orang hanya dapat ditanggapi dengan solidaritas kepada kaum miskin dengan cara memberi bantuan yang memungkinkan mereka mengalami kesejahteraan.
3. Surat Apostolik tentang Pelayanan Kasih art. 31
Dalam melaksanakan kegiatan amal, kelompok sosial tidak membatasi diri hanya mengumpulkan dan mendistribusikan dana, tetapi harus menunjukan perhatian khusus kepada individu yang membutuhkan dan melakukan fungsi animasi /pembinaan bagi komunitas Kristiani, menyadarkan orang untuk menghargai pentingnya berbagi, menghormati dan mengasihi
Bantuan Karitatif adalah memberi bantuan secara langsung kepada orang-orang yang membutuhkan; bersifat memberi kasih sayang atau cuma-cuma.
Konsep Pelayanan Kasih Sayang, adalah :
1. memberdayakan jemaat yang dibantu dalam materi
2. memberikan pelatihan, dan
3. dilakukan pendampingan agar jemaat kelak dapat mandiri
Misi Pelayanan Kasih Sayang
Gereja tidak hanya memberikan IKAN kepada mereka yang membutuhkan ikan, namun Gereja juga memberikan alat memancing/KAIL kepada mereka yang membutuhkan IKAN.
Skala Prioritas dan Macam Karitatif
1.
Umat St. Albertus Agung, Jetis
2.
Umat Paroki luar Jetis
3.
Umat Kristen
4.
Umat Agama Lainnya.
5.
Masuk kriteria KLM TD
NB : Sifat Bantuan Karitatif ini hanya sementara dan tidak
berkelanjutan / terus menerus.
|
1.
Beasiswa SD-SMA/SMK
2.
Mahasiswa PKL dan/atau Tugas Akhir
3.
Kesehatan/Orang Sakit
4.
Lansia/Jompo Terlantar
5.
Tanggap Bencana
6.
Bedah Rumah Tidak Layak Huni
7.
Rintisan Usaha
8.
Pengembangan Usaha
|
Survey oleh Tim Kerja PSE Paroki
Proses Pengajuan Bantuan Karitatif Beasiswa
Proses Pengajuan Bantuan Karitatif Usaha ekonomi Produktif
Rekomendasi Kebijakan Internal
- Pemohon & penerima bantuan karitatif dimotivasi untuk terlibat aktif dalam giat lingkungan
- Rentang waktu pencairan bantuan karitatif maksimal 3 hari sejak aplikasi diserahkan ke TP. PSE Paroki
- Adanya Pemegang Kas Khusus (diluar Bendahara Paroki) untuk proses akselerasi pencairan dan penyerahan bantuan karitatif kepada pemohon
- Setiap Lingkungan diberi kepercayaan mengelola Dana Karitatif Khusus Rintisan Usaha dan Pengembangan Ekonomi Produktif Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
- Pelaporan secara periodik atas penyerahan bantuan karitatif secara tertulis kepada Ketua Lingkungan, TK. PSE Lingkungan, TK. PSE Paroki, Bendaharan Dewan Paroki dan Romo Paroki
- Evaluasi penyerapan bantuan karitatif setiap semester.






