![]() |
| Pertemuan APP ke-2 dipandu oleh Fr. Gervas CSsR. Foto oleh bapak Bagio |
Pertemuan APP (20/3/2019). Pada tanggal 9 April 2018, Paus Fransiskus mengeluarkan seruan apostolik Gaudete et Exsultate yang berarti `'`bersukacitalah dan Bergembiralah". Seruan tersebut didasarkan pada Sabda Yesus dalam Matius 5:12, "Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga." Dalam seruan tersebut, Paus ingin menekankan terutama panggilan hidup kudus yang Tuhan alamatkan kepada setiap orang secara pribadi.
Pada pertemuan APP ke-2 yang bertemakan "Memperjuangkan Kekudusan Dalam Hidup Harian", di pandu oleh Fr. Gervas CSsR dan dibantu oleh Fr. Marcello CSsR,Fr. Randi CSsR, dan Fr. Hans CSsR .
Dalam pertemuan ini Fr. Gervas CSsR mengajak umat St Yusuf Bangirejo untuk menyampaikan pengalaman-pengalaman hidup sehari-hari yang membawa pada kekudusan.
Seruan apostolik Pais Fransiskus :
1. Kekudusan berarti menjadi diri Anda sendiri
Paus Fransiskus mengatakan, orang-orang kudus berdoa bagi kita dan memberi kita teladan cara hidup. Akan tetapi, kita tidak perlu menjadi "salinan" dari orang-orang kudus tersebut. Kita perlu menjadi diri kita sendiri. Setiap orang beriman perlu "membedakan jalannya sendiri" dan "memunculkan yang terbaik dari dirinya sendiri."
2. Kehidupan Sehari-hari dapat membawa kita kepada Kekudusan
Paus Fransiskus mengatakan "Kita semua dipanggil untuk menjadi kudus dengan menjalani hidup kita dalam cinta kasih dan dengan memberikan kesaksian dalam semua yang kita lakukan, dimana pun kita berada." Hal terpenting untuk mengusahakan kekudusan dalam hidup sehari-hari, menurun Paus Fransiskus, adalah keseimbangan antara tindakan dan kontemplasi.
3. Menghindari dua musuh utama : Gnostisisme dan Pelagianisme.
Gnostisime adalah paham yang menganggap bahwa keselamatan hanya diperoleh melalui pengetahuan yang khusus tentang Allah.
Pelagianisme merupakan paham yang menekankan bahwa usaha manusia sudah cukup untuk mencapai keselamatan.
4. Bersikap Baik
Dalam "Gaudete et Exsultate", Paus memberikan nasihat praktis bagi umat zaman modern untuk menjalani hidup menuju kepada kekudusan, bagi Paus. menjadi suci, berarti berbuat baik.
5. Ucapan bahagia adalah penunjuk jalan menuju Kekudusan.
Kekudusan adalah fokus seruan apostolik ini. Kekudusan itu bukan sekedar apa yang dimaksudkan Yesus denan pewartaan-Nya, melainkan kekudusan adalah potret Tuhan Yesus sendiri. Untuk menjadi kudus kita dipanggila untuk menjadi miskin dalam roh, takut akan Allah, menjadi pembawa damai, haus dan lapar akan kebenaran. #denblangkon

