Tenangkan Dirimu, Sadari Tuhan kini Bersamamu

"...untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara." (Kis14:22) 
Renungan
Tidak satu dua kali Paulus mengalami sengsara ketika memberitakan Injil. Kali ini ia mengalami sengsara karena lemparan batu dari massa yang termakan hasutan orang-orang Yahudi dari Antiokia dan lkonium. Lemparan batu membuat Paulus nyaris mati. Anehnya, itu semua tidak membuat Paulus mundur dari tugas pemberitaan Injil. Sebaliknya, ia terus berkeliling dari satu kota ke kota lain, termasuk kota-kota dimana sebelumnya ia dianiaya di tempat itu. la berkeliling tidak sekadar melepas rindu pada umat gembalaannya.

Ia berkunjung guna menasihati dan menguatkan iman mereka, karena ia tahu tidak sedikit dari mereka mengalami derita demi iman mereka sebagaimana ia alami sendiri. Nasihat dan penghiburan Paulus ini amat membesarkan hati!

Mengapa? Paulus tidak memberikan nasihat teoritis. la menasihati dan meneguhkan umatnya berpangkal pada pengalaman pribadinya dihibur oleh Allah. "Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan , yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan kami terima sendiri dari Allah" (2 Kor 1:3-4).

Paulus telah, mendapat penghiburan dari Allah,karen itu ia bisa menghibur umatnya dengan sukacita meski menderita. Apakah nasihat dan penghiburan kita terhadap sesama yang menderita punya daya juga?